Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
By : fadila cahya
Model pembelajaran menggunakan scientific approach
Kurikulum 2013 adalah salah satu kurikulum yang memakai model pembelajaran pendekatan ilmiah yang diyakini mampu mengembangan sikap, ketrampilan dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan ilmiah diyakini pembelajaran akan lebih efisien dan bisa lebih dipahami oleh peserta didik dlam waktu yang singkat. Karena pendekatan ini menggunakan langkah - langkah ilmiah untuk proses pembelajaran. Langkah - langkah tersebut sebagai berikut yang dimulai dengan pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Berikut adalah langkah - langkah proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah / scientific approach :
sumber : http://info-data-guru-ptk.blogspot.com/2013/12/model-pendekatan-ilmiah-scientific.html
1. MengamatiMetode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.
2. MenanyaGuru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.
Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif!
3. MenalarIstilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
4. MencobaUntuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran IPA, misalnya,peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.
5. Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran KolaboratifApa yang dimaksud dengan pembelajaran kolaboratif? Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknaikerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tntutan belajar secara bersama-sama.
Tag :
education,
By : fadila cahya
Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang ditetapkan oleh pemerintah yang digunakan sebagai kurikulum pembaharuan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Basic untuk kurikulum 2013 ini menggunakan pendekatan scientific atau bisa dikatakan sebagai pendekatan ilmiah. Jadi di dalam kurikulum ini diharapkan siswa yang lebih aktif di dalam kelas dengan tuntunan dari guru pembimbing, disini peran guru hanya sebagai media untuk menuntun mereka mencapai indikator pembelajaran ,dan pada kurikulum 13 ini karena menggunakan pendekatan ilmiah maka sistem pembelajarannya ialah sistem ilmiah yang lebih banyak menggunakan sistem presentasi di dalam kelas. Untuk pengimplementasian kurikulum 2013 ini sebelumnya para guru diberi training agar cara penyampaian kurikulum 2013 ini bisa langsung dilaksanakan secara serempak di berbagai tingkatan sekolah di Indonesia , yaitu mulai tingkatan sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah ke atas. Untuk implementasi kurikulum 2013 ini sekarang sudah mulai di implementasikan, namun ada beberapa guru di sekolah yang masih menggunakan kurikulum sebelumnya untuk sistem pembelajaran. Karena mereka menganggap bahwa kurikulum 13 ini tidak cocok dengan gaya atau style mereka, karena mereka berpikir kurikulum sebelumnya itu lebih bisa mengena untuk pembelajaran. Dengan adanya kurikulum ini banyak sekali permasalahan yang muncul, terkait
dengan pengembangan materi pelajaran yang kontekstual, penerapan
strategi/metode pembelajaran yang berbasis saintifik dan penerapan
teknik penilaian autentik, terutama dialami oleh guru-guru mata
pelajaran yang saat ini belum tersentuh langsung oleh Kebijakan
Pendidikan Nasional. Selain itu, masih ada juga sekolah yang belum
sanggup mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan IT untuk
mengoptimalkan hasil belajar siswa, baik karena faktor kompetensi guru
itu sendiri maupun terbatasnya sarana dan prasarana. Sebagai sebuah inovasi yang sedang
disemaikan, perjalanan Kurikulum 2013 ini pasti tidak akan serta-merta
berjalan secara sempurna. Oleh karena itu, upaya perbaikan yang
berkelanjutan dalam pengelolaan kurikulum di sekolah dan praktik
pembelajaran di kelas menjadi penting. Kegiatan pengembangan pengetahuan
dan keterampilan guru dalam mengimplemantasikan Kurikulum 2013 perlu
terus dilakukan, baik yang difasilitasi oleh sekolah, dinas pendidikan,
dan terutama pemerintah pusat. Supervisi pembelajaran seyogyanya menjadi
kebutuhan setiap guru dalam rangka perbaikan proses pembelajaran yang
dilakukannya dan untuk memastikan diri sebagai seorang pembelajar yang
terus berusaha belajar mengasah kemampuan diri.
Posted on 15 November 2013 by AKHMAD SUDRAJAT
Posted on 15 November 2013 by AKHMAD SUDRAJAT
Tag :
education,
